Rabu, 02 April 2014

REPORTASE

Menjelang Hari Raya idul fitri
Angeline              : “Hallo pemirsa, bersama saya Angeline, selama 15 menit ke depan saya akan membawakan berita terhangat di tanah air kita. Pemirsa, menjelang hari raya Idul Fitri para pedagang pasar memanfaatkan hari raya ini, untuk menaikan harga kebutuhan pokok yang dibutukan masyarakat. Pelonjakan harga  ini mengakibatkan sepinya pasar dan meruginya para pedagang, dan juga para pemerintah belum bisa menangani masalah kebutuhan pokok ini.Untuk mengetahui informasi ini lebih lanjut, kami sudah terhubung dengan reporter Lucky dan Jesslyn. Hallo selamat pagi reporter Lucky.”
Lucky                     : “Ya, selamat pagi Angeline.”
Angeline              : “Bagaimana keadaan di pasar disana?”
Lucky                     : “Kondisi pasar ini menjadi sepi semenjak bulan puasa dimulai, itu dikarenakan harga melonjak hingga 100%. Khususnya harga tempe yang meningkat hingga 200%, karena produksi kedelai sudah mulai berkurang, sekarang saya bersama dengan reporter Jesslyn yang akan mewawancarai pedagang di pasar ini, ya silahkan Jesslyn.”
Jesslyn                  : “Ya, terima kasih reporter Lucky, disamping saya sudah ada salah satu pedagang yang menjual tempe, tahu, dan daging. Selamat pagi bu, maaf mengganggu waktu anda kalau boleh saya tahu, siapakah nama Anda?”
Adel                       : “Baik nama saya Adel, apa yang bisa saya bantu?”
Jesslyn                  : “ Bu Adel, benarkah harga tempe melonjak?”
Adel                       : “Iya benar bukan harga tempe saja yang melonjak, tetapi harga pangan lain juga ikut melonjak.”
Jesslyn                  : “Berapa kisaran harga tempe sekarang ini dengan dulu?”
Adel                       : “Kisaran harga sekitar 6ribu dulu, sekarang naik 2x lipat jadi 12rb.”
Jesslyn                  : “Apa tanggapan dan keinginan ibu untuk tahun berikutnya menjelang idul fitri?”
Adel                       : “Tanggapan saya, saya sangat kecewa karena pemerintah tidak dapat mengatasi kenaikan ini. Harapan saya untuk ke depannya pemerintah lebih bisa mengatur masalah ini dan mengambil keputusan yang bijak agar tidak merugikan pedagang dan pembeli.”
Jesslyn                  : “Oh.. Baik, terima kasih bu Adel atas waktunya, kembali Angeline di studio.”
Angeline              : “Ya, baik reporter Jesslyn, terima kasih atas informasinya, semoga harapan ibu Adel ditanggapi pemerintah. Dan kini waktu 15 menit sudah habis. Saya Angeline, beserta seluruh rekan kerja pamit undur diri dan selamat beraktivitas kembali.”

Menjelang Hari Raya idul fitri
Hallo pemirsa,
Bersama saya Angeline, selama 15 menit ke depan akan membawakan berita terhangat di tanah air kita. Pemirsa, menjelang hari raya Idul Fitri para pedagang pasar memanfaatkan hari raya ini, untuk menaikan harga kebutuhan pokok yang dibutukan masyarakat. Pelonjakan ini mengakibatkan sepinya pasar dan meruginya para pedagang, dan juga para pemerintah belum bisa menangani masalah kebutuhan pokok ini.Untuk mengetahui informasi ini lebih lanjut, kami sudah terhubung dengan reporter Lucky dan Jesslyn. Hallo selamat pagi reporter Lucky.”
“Ya, selamat pagi Angeline.”
“Bagaimana keadaan di pasar disana?”
“Kondisi pasar ini menjadi sepi semenjak bulan puasa dimulai, itu dikarenakan harga melonjak hingga 100%. Khususnya harga tempe yang meningkat hingga 200%, karena produksi kedelai sudah mulai berkurang, sekarang saya bersama dengan reporter Jesslyn yang akan mewawancarai pedagang di pasar ini, ya silahkan Jesslyn.”
 “Ya, terima kasih reporter Lucky, disamping saya sudah ada salah satu pedagang yang menjual tempe, tahu, dan daging. Selamat pagi bu, maaf mengganggu waktu anda kalau boleh saya tahu, siapakah nama Anda?”
“Baik nama saya Adel, apa yang bisa saya bantu?”
“ Bu Adel, benarkah harga tempe melonjak?”
“Iya benar bukan harga tempe saja yang melonjak, tetapi harga pangan lain juga ikut melonjak.”
 “Berapa kisaran harga tempe sekarang ini dengan dulu?”
 “Kisaran harga sekitar 6ribu dulu, sekarang naik 2x lipat jadi 12rb.”
 “Apa tanggapan dan keinginan ibu untuk tahun berikutnya menjelang idul fitri?”
 “Tanggapan saya, saya sangat kecewa karena pemerintah tidak dapat mengatasi kenaikan ini. Harapan saya untuk ke depannya pemerintah lebih bisa mengatur masalah ini dan mengambil keputusan yang bijak agar tidak merugikan pedagang dan pembeli.”
 “Oh.. Baik, terima kasih bu Adel atas waktunya, kembali Angeline di studio.”
 Ya, baik reporter Jesslyn, terima kasih atas informasinya, semoga harapan ibu Adel ditanggapi pemerintah. Dan kini waktu 15 menit sudah habis. Saya Angeline, beserta seluruh rekan kerja pamit

undur diri dan selamat beraktivitas kembali.

Sosiolog berbicara

SOSIOLOG BERBICARA
Text Box: X-1
 















NAMA KELOMPOK :
Adelia Budiman / 1
Angeline Vedy / 5
Daftar Isi :
1.   Judul …………………………………….…………....1
2.   Daftar Isi …………………………………………...…2
3.   Kata Pengantar…………………………………….......3
4.   Biodata Kelompok …………………………………....4
5.   Sosiolog
5.1 Peter Ludwig Beger ( Konstruksi sosial ) ………...5
5.2 C. Kluckholn ……………………………………...5
5.3 Emile Durkheim (Sosiologi struktural) ……….......6
5.4 Max Weber ( Sosiologi weber ) ………………......7
5.5 Aguste comte ( Sosiologi positivis ) ……………...8
5.6 Erving Goffman ……………………….……….....9
5.7 George Hebert Mead ……………………………...9
5.8 Charles Horton Cooley …………………………..10
5.9 Edmund Husserl ………………………………….11
5.10 Joseph Roucek ………………………………….12
5.11 Paul . B . Horton ………………………………..13
5.12 Robert . K . Merton ………………………….….14
5.13 Casare Lambroso ……………………………….14
5.14 Edwin . M . Lemert ………………………….….15
5.15 Graham Baliane …………………………….…..15
5.16 Erich Fromm ………………………….……...…16
5.17 Koentjaraningrat ……………………………..…17
5.18 Georg Simmel ( Sosiologi filsafat uang ) ……....18
5.19 Ferdinand Tonnies ……………………………...19
5.20 Herbert Marcus………………………………….19








































1.   Peter Ludwig Berger ( Konstruksi Sosial )
Lahir : 17 Maret 1929 di Vienna
Bidang : Sosiolog , teolog
Institusi : Universitas Boston
Alma mater : Wagner College, The new school
Jabatan : Co-Author The social construction of Reality


 
http://redblood.blog.fisip.uns.ac.id/files/2012/09/berger-photo-300x200.jpg






Teori :
Konstruksi Sosial yaitu proses sosial melalui tindakan dan interaksi dimana individu menciptakan secara terus-menerus suatu realitas yang dimiliki dan dialami bersama secara subyektif. Terbagi menjadi 3 , yaitu :
a. Konstruktivisme radikal hanya dapat mengakui apa yang dibentuk oleh pikiran kita. Bentuk itu tidak selalu representasi dunia nyata. Kaum konstruktivisme radikal mengesampingkan hubungan antara pengetahuan dan kenyataan sebagai suatu kriteria kebenaran.
b. Realisme hipotesis, pengetahuan adalah sebuah hipotesis dari struktur realitas yang mendekati realitas dan menuju kepada pengetahuan yang hakiki.
c.  Konstruktivisme biasa mengambil semua konsekuensi konstruktivisme dan memahami pengetahuan sebagai gambaran dari realitas itu. Kemudian pengetahuan individu dipandang sebagai gambaran yang dibentuk dari realitas obyektif dalam dirinya sendiri. (Suparno, 1997:25).

2.  
Lahir : 11 Januari , 1905
Kebangsaan : Amerika
Karya : Buku “Culture and Behavior”
Wafat : 28 Juli 1960

 
C. Kluckholn
http://www.iwise.com/authorIcons/8337/Clyde%20Kluckhohn_128x128.png



Cakupan nilai kebudayaan yaitu :
1.      Nilai mengenai hakikat hidup manusia . Contohnya , ada manusia yang beranggapan bahwa hidup itu indah.
2.      Nilai emngenai hakikat karya manusia . Contohnya , ada manusia yang beranggapa bahwa manusia berkarya demi harga diri
3.      Nilai mengenai hakikat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu. Misalnya , ada manusia yang berorientasi pada masa lalu atau masa depan.
4.      Nilai mengenai hakikat hubungan manusia dengan alam.
5.      Nilai mengenai hakikat hubungan manusia dengan sesamanya. Misalnya , ada manusia yang berorientasi pada individualism
3.   Emile Durkheim (Sosiologi struktural)
Lahir : Di Epinal , Perancis pada tahun 1858
Pendidikan : Ecole Normale Superieure
Jabatan : Tokoh Intelektual perancis
Karya : Mendirikan Jurusan Sosiologi pertama di Eropa di Universitas Bourdeaux

 
http://doktorpaisal.files.wordpress.com/2009/11/durkheim2.jpg







Teori :
1.      Teori Solidaritas (The Division of Labour in Society)
a.       Solidaritas mekanis
b.      Solidaritas organik
2.      Fakta Sosial (The Rule Of Sociological Method)
  2.1 Durkheim membedakan dua tipe ranah fakta sosial:
a.       Fakta sosial Material
b.      Fakta sosial Nonmaterial
b.1 Jenis-jenis fakta sosial nonmaterial:
a.       Moralitas
b.      Kesadaran Kolektif
c.       Representasi Kolektif
d.      Arus Sosial.
e.       Pikiran Kelompok
3.      Teori Bunuh Diri (Suicide)
a.      Bunuh Diri dalam Kesatuan Agama.
b.      Bunuh Diri dalam Kesatuan Keluarga.
c.      Bunuh Diri dalam Kesatuan Politik
Durkheim membagi tipe bunuh diri ke dalam 4 macam:
a.   Bunuh Diri Egoistis.
b.   Bunuh Diri Altruistis.
c.   Bunuh Diri Anomic.
d.   Bunuh Diri Fatalistis
4.      Teori tentang Agama (The Elemtary Forms of Religious Life).






4.   http://levine.sscnet.ucla.edu/images/max_weber.jpg
Lahir : Di Efrut , Jerman , 21 April 1864
Pendidikan : Universitas Heiderberg , berlin , Gottingen
Jabatan : Guru besar di Universitas Freiburg , Munich
Karya : Mendirikan Jurusan Sosiologi pertama di Eropa di Universitas Bourdeaux

 
Max Weber






Jenis-jenis tindakan sosial :
a. Zwerk Rational (Rasionalitas Instrumental)
Ibu Guru Nurhayati membeli sepeda motor agar ia dapat sampai di sekolah lebih awal. Fauzi memutuskan untuk belajar materi fisika yang akan diujikan besok daripada menonton aksi Jet Li di televisi. Dua bentuk tindakan sosial tersebut termasuk Zwerk Rational. Tindakan tersebut dilaksanakan setelah melalui pertimbangan matang mengenai tujuan dan cara yang akan ditempuh untuk meraih tujuan itu. Jadi, Zwerk Rational melekat pada tindakan yang diarahkan secara rasional untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
b. Werk Rational (Rasionalitas Nilai)
Tindakan sosial jenis ini hampir serupa dengan kategori atau jenis tindakan rasionalitas instrumental. Hanya saja dalam Werk Rational tindakan-tindakan sosial ditentukan oleh pertimbanganpertimbangan atas dasar keyakinan individu pada nilai-nilai estetis, etis, dan keagamaan. Contohnya, seorang pemuda memberikan tempat duduknya kepada seorang nenek karena ia memiliki keyakinan etis bahwa anak muda harus hormat kepada orang tua. Atau, seorang pertapa rela berpuasa sekian hari untuk mendapatkan berkah sesuai dengan kepercayaannya.
c. Affectual Action (Tindakan yang Dipengaruhi Emosi)
Tindakan sosial ini dipengaruhi oleh emosi atau perasaan. Misalnya, hubungan kasih sayang seorang kakak kepada adik atau hubungan cinta kasih dua remaja yang sedang dimabuk asmara.
d. Traditional Action (Tindakan karena Kebiasaan)
Tindakan sosial ini dilakukan semata-mata mengikuti tradisi atau kebiasaan yang sudah baku. Seorang bertindak karena sudah rutin melakukannya.

5.   Auguste Comte
Lahir : Di Mont pellier , Prancis 17 Januari 1798
Pendidikan : Ecole Polytech Niqu , sekolah kedokteran di Mont Pollier
Jabatan : Murid dan sekertaris dari Claude Henri de Rouvroy Comte de Saint Simon
Karya : Buku “Cours”
Wafat : Di paris tanggal 5 September 1857

 
http://supriyonoproses.files.wordpress.com/2012/06/auguste_comte.jpg?w=213&h=300








3 Tahap Teori Evolusi :

a.       Tahap teologis
Dalam tahap teologis ini terdapat tiga kepercayaan yang dianut masyarakat :
Yang pertama fetisysme dan dinamise, menganggap alam semesta ini mempunyai jiwa. Contohnya, bergemuruhnya guntur disebabkan raksasa yang sedang berperang dan lain-lain. Kemudian ada animisme yang mempercayai dunia sebagai kediaman roh-roh atau bangsa halus.
Yang kedua politeisme, sedikit lebih maju dari pada kepercayaan sebelumnya. Politeisme mengelompokkan semua dan kejadian alam berdasarkan kesamaan-kesamaan diantara mereka. Sehingga politeisme menyederhanakan alam semesta yang beranekaragam. Contoh dari politeisme, dulu disetiap sawah di desa berbeda mempunyai dewa yang berbeda. Politeisme menganggap setiap sawah dimanapun tempatnya mempunyai dewa yang sama, orang jawa mengatakan dewa padi yaitu yaitu dewi sri.
Yang terakhir, monoteisme yaitu kepercayaan yang menganggap hanya ada satu tuhan.

b.      Tahap metafisik
Tahap teologis, semua fenomena yang terjadi disekitar manusia sebagai akibat dari kehendak roh, dewa atau tuhan. Namun pada tahap ini, muncul konsep-konsep abstrak atau kekuatan abstrak  selain tuhan seperti “alam”. Tahap ini terjadi antara tahun 1300 sampai 1800.

c.       Tahap positivisme
Tahap ini menjadikan ilmu pengetahuan berkembang dan segala sesuatu menjadi lebih rasional, sehingga tercipta dunia yang lebih baik karena orang cenderung berhenti melakukan pencarian sebab mutlak (tuhan atau alam) dan lebih berkonsentrasi pada penelitian terhadap dunia sosial dan fisik dalam upayanya menemukan hukum yang mengaturnya



6.   Erving Goffman
Lahir : Di Manville , Alberta , 11 Juni 1922
Jabatan : Pelopor studi tentang Face To Face Interaction
Karya : Buku berjudul “The Presentation Of Self in Everyday”
 
http://doktorpaisal.files.wordpress.com/2009/12/erving-goffman-2-sized.jpg?w=221&h=252








Teori Konsep :
Konsep Dramaturgi : Presentation of Self, Role, and Status
Konsep dramaturgi adalah sebuah analogi kreatif dari seorang Erving Goffman, dimana ia memandang kehidupan sosial merupakan pertunjukan drama pentas. Menurut Goffman, diri bukanlah milik aktor, melainkan hasil interaksi dramatis antara aktor dan audiens.
Konsep Framing : Stereotipe, Stigma, dan Analisis Framing
Lahir : South Hadley, Massa Chusetts
Pendidikan : Oberlin College , Harvard University , University of Chicago
Jabatan : Professor di University
Karya : Buku “The Philosophy Of A Social Behaviorist , the Pholosophy Of The Act”
Wafat : Pada tahun 1931
 
Goffman membuat kategori tentang stigma, yaitu orang yang direndahkan (stigma diskredit) dan orang yang dapat direndahkan (discreditable stigma). Orang yang direndahkan ialah orang yang memiliki cacat atau kekurangan yang kasat mata, seperti orang pincang, orang buta, dll. Sedangkan orang yang dapat direndahkan memiliki aib yang tak kasat mata, seperti pelaku homoseks.

7.   George Hebert Mead
http://sosiologi.fisip.unair.ac.id/images/mead.jpg

Ada empat tahap yang masing-masing dari tahap tersebut saling berkaitan satu sama lain dalam setiap perbuatan.
1. Impuls adalah tahap paling awal dalam keempat tahap diatas.
2. Persepsi adalah tahapan kedua, dimana dia adalah pertimbangan, bayangan maupun pikiran terhadap bagaimana cara untuk bisa memenuhi impuls.
3. Manipulasi adalah tahapan selanjutnya yang masih berhubungan dengan tahap-tahap sebelum. 4. Konsumsi adalah upaya terakhir untuk merespon impuls.
a.  Gestur
b. Simbol
Dalam teori George Herbert Mead, fungsi symbol adalah memungkinkan terbentuknya pikiran, proses mental dan lain sebagainya. Mind (Pikiran) ,  Self (Diri) , I and Me , dan Society (Masyarakat)
8.  
Lahir : Ann Arbor , Michigan pada tahun 1864
Pendidikan : University Of Michigan , Ann Arbor
Jabatan : Guru di Ann Arbor selama 37 tahun
Karya : Buku “Human Nature and Social Order” , “Social Organization” , “Social Process”
Wafat : Pada tahun 1929 dalam usia 65 tahun
 
Charles Horton Cooley
http://www.umsl.edu/~keelr/3210/images/Cooley.jpg






Dalam konsep The Looking-Glass-Self (Diri yang Seperti Cermin Pantul), menurut Cooley, institusi-institusi sosial yang utama ialah bahasa, keluarga, industri, pendidikan, agama, dan hukum.
Sementara institusi-institusi tersebut membentuk ‘fakta-fakta dari masyarakat’ yang bisa dipelajari oleh studi sosiologis, mereka juga merupakan produk-produk yang ditentukan dan dibangun oleh pikiran publik.
 Menurut Cooley, institusi-institusi tersebut merupakan hasil dari organisasi dan kristalisasi dari pikiran yang membentuk bentuk-bentuk adat-adat kebiasaan, simbol-simbol, kepercayaan-kepercayaan, dan sentimen-sentimen perasaan yang tahan lama.
Dengan mengetahui interaksionisme simbolik sebagai teori maka kita akan bisa memahami fenomena sosial lebih luas melalui pencermatan individu. Ada tiga premis utama dalam teori interaksionisme simbolis ini, yakni manusia bertindak berdasarkan makna-makna; makna tersebut didapatkan dari interaksi dengan orang lain








9.   http://www.phillwebb.net/History/Twentieth/Continental/Phenomenology/Husserl/Husserl8.jpg
Lahir : 8 April 1859
Wafat :  26 April 1938, Freiburg, Jerman
 
Edmund Husserl



Teori Fenomologi :
Ada empat unsur pokok dari teori Fenomenologi Yaitu :
1. Perhatian terhadap aktor dengan memahami  makna tindakan aktor yang ditujukan
     kepada dirinya sendiri.
2. Memusatkan perhatian kepada kenyataan yang penting atau pokok dan kepada sikap
    yang wajar atau alamiah (natural attitude). Teori ini jelas bukan bermaksud fakta
     sosial secara langsung. Tetapi proses terbentuknya fakta sosial itulah yang menjadi
     pusat perhatiannya. Artinya bagaimana individu ikut serta dalam proses
     pembentukan dan pemeliharaan fakta-fakta sosial yang memaksa mereka itu.
3. Memusatkan perhatian kepada masalah makro. Maksudnya mempelajari proses
    pembentukan dan pemeliharaan hubungan sosial pada tingkat interaksi tatap muka
    untuk  memahaminya dalam hubungannya dengan situasi tertentu.
4. Memperhatikan pertumbuhan, perubahan dan proses tindakan. Berusaha memahami
    bagaimana keteraturan dalam masyarakat diciptakan dan dipelihara dalam pergaulan
    sehari-hari. Norma-norma dan aturan-aturan yang mengendalikan tindakan manusia
    dan yang memantapkan struktur sosial dinilai sebagai hasil interpretasi si aktor
    terhadap kejadian-kejadian yang dialaminya.











10.                     Joseph Roucek
Lahir : 11 Juni 1741
Jabatan : Mayor Jendral
Wafat :  17 Juni 1775
 
 


http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/cb/1826_JosephWarren_BostonMonthlyMag_v2_no1.png/170px-1826_JosephWarren_BostonMonthlyMag_v2_no1.png





Roucek dan Warren lebih banyak menekankan sosiologi di bidang sosial yang diantaranya teorinya antara lain :
1. Lembaga sosial adalah pola aktifitas yang dibentuk untuk memenuhi berbagai kebutuhan manusia.
2. Status adalah seseorang dalam suatu kelompok sosial.
3. Status sosial adalah posisi seseorang dalam masyarakat.
4. Cara-cara pengendalian sosial dengan pemaksaan, reformitas, perilaku sangat banyak jumlah dan ragamnya. Maka cara-cara dan teknik pengendalian sosial yang diuraikan banyak seperti ideologi, bahasa, seni, kreasi, dan organisasi.
5. Tentang organisasi sosial dan partisipasi masyarakat.

Menurut Roucek dan Warren, sosiolog Amerika, ada tiga faktor mempengaruhi pembentukan kepribadian seorang individu, yaitu

1. Faktor biologis/fisik adalah suatu faktor yang timbul secara lahiriah di dalam diri seorang individu. Contoh, seseorang yang dilahirkan dengan cacat fisik atau penampilannya kurang ideal, pasti ia akan rendah diri, pemalu, sukar bergaul, dan sifat minder lainnya.

2. Faktor psikologi/kejiwaan adalah suatu factor yang membentuk suatu kepribadian yang ditunjang dari berbagai watak, seperti, pemarah, pemalu, agresif, dll. Contoh, temperamen pemarah jika dipaksa atau didesak untuk melakukan sasuatu yang tidak ia sukai, maka akan memuncak amarahnya.

3. Faktor sosiologi/lingkungan adalah suatu faktor yang membentuk kepribadian seorang individu sesuai dengan kenyataan yang nampak pada kehidupan kelompok atau lingkungan masyarakat sekitarnya tempat ia berpijak. Contoh, seseorang yang lahir di lingkungan yang penuh solidaritas, pasti orang tersebut akan mempunyai kepribadian solider atau sikap pengertian terhadap sesama.


11.                     Paul . B . Horton
Lahir : Di Freetown Sierra Leone pada 1835
Pendidikan : CMS Grammar School , at the Fourah Bay Institution  King's College London and Edinburgh University
Jabatan :  physician, an officer in the British Army, a banker, and a mining entrepreneur.
Karya : Buku “ West African Countries and Peoples ” (1868)

 
http://www.gregoryeditions.com/PH_portait.jpg
Faktor pembentuk kepribadian dipengaruhi oleh:
a. Warisan biologis (keturunan)
Faktor keturunan berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian. Warisan biologis menyediakan bahan mentah dan dapat dibentuk dengan dan dalam berbagai cara.

b. Lingkungan Fisik (geografis)
Perbedaan perilaku kelompok terutama disebabkan perbedaan iklim, topografi, dan sumber alam. Orang yang hidup di daerah pegunungan berbeda kepribadiannya dengan orang yang hidup di tepi pantai.

c. Kebudayaan
Kebudayaan berperan membentuk kepribadian seseorang dan masyarakat. Setiap kebudayaan menyediakan norma yang berbeda antar masyarakat satu dengan lainnya dpan mempengaruhi kepribadian anggotanya.

d, Pengalaman Kelompok
Kadang kala ukuran penilaian antar kelompok saling berbeda, dan dari hal tersebut seseorang harus mau dan mampu untuk memilah-milahkannya.

e. Pengalaman Unik
Menurut Paul B. Horton, pengalaman unik mengandung pengertian bahwa tidak seorangpun mengalami serangkaian pengalaman yang persis satu sama lainnya dan tidak seorangpun mempunyai latar belakang pengalaman yang sama.



12.                     Robert . K . Merton
Lahir : 4 Juli 1910 di Philadelphia, PA
Pendidikan : Temple University
Jabatan / Pekerjaan : Sosiolog  
Wafat :  23 Februari 2003

 
Robert K Merton.jpg










Perilaku menyimpang terjadi karena tidak adanya kaitan antara tujuan dengan cara yang telah ditetapkan dan dibenarkan oleh struktur sosial.
Merton mengidentifikasikan 5 tipe cara adaptasi individu,yaitu :
a. cara adaptasi konformitas
b. cara adaptasi inovasi
c. cara adaptasi ritualisme
d. cara adaptasi retreatisme
e. cara adaptasi pemberontakan

13.                     Casare Lambroso
Lahir : 6 November 1835 di Verona, Italia
Bidang : kedokteran , Kriminologi
Wafat :   19 Oktober 1909 

 
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/1c/Lombroso.JPG/150px-Lombroso.JPG








Menurut Casare Lambroso Penyimpangan Sosial disebabkan oleh Faktor-Faktor :
1.        Faktor Biologis
            Orang melakukan penyimpangan sosial karena didukung oleh bentuk-bentuk biologis yang mendukungnya
2.        Faktor Psikologis
            Menjelaskan sebab terjadinya penyimpangan ada kaitannya dengan kepribadian retak atau    kepribadian yang memiliki kecenderungan  untuk melakukan penyimpangan.
3.        Faktor Sosiologis
            Menjelaskan sebab terjadinya perilaku menyimpang ada kaitannya dengan sosialisasi yang kurang tepat.
http://www.asc41.com/Photos/Gottfredson_Don.jpg
Lahir : 13 Augustus 1883
Bidang : kedokteran , Kriminologi
Wafat :   11 Oktober 1950

 
14. Edwin . M . Lemert




Teori Labeling

Teori ini dikemukakan oleh Edwin M. Lemert, menurutnya seseorang menjadi menyimpang karena proses labeling yang diberikan masyarakat kepadanya. Yang dimaksud labeling adalah pemberian julukan, cap, etiket ataupun merek kepada seseorang. Pada awalnya seseorang melakukan “penyimpangan primer” dank arena itu sang pelaku mendapat cap (labeling) dari masyarakat, karena adanya label tersebut sang pelaku mengidentifikasikan dirinya sebagai penyimpang dan mengulangi lagi penyimpangannya tersebut
15.                    
Lahir : -
Pendidikan : Jurusan Psikolog
Jabatan : Psikiater  
Karya : penelitian remaja yang menggunakan narkotika
Wafat : -
 
http://www.utexas.edu/law/faculty/headshots/strong_graham_lg.jpgGraham Baliane








Menurut hasil penelitian ilmiah Dr. Graham Baliane (psikiater) biasanya remaja menggunakan narkotika karena beberapa sebab yakni:
1) untuk membuktikan keberaniannya dalam melakukan tindakan-tindakan berbahaya seperti ngebut, berkelahi, dan bergaul dengan wania
2) untuk menunjukkan tindakan menentang otoritas orang tua, guru, dan norma-norma sosial
3) untuk mempermudah penyaluran dan perbuatan seks.
3) untuk mencari dan menemukan arti hidup
4) untuk mengisi kekosongan, kesepian, dan kebosanan
5) untuk menghilangkan frustasi dan kegelisahan hidup
6) untuk mengikuti teman-teman sebagai rasa solidaritas
7) untuk sekadar iseng dan dorongan ingin tahu

16.                     Erich fromm
Lahir : Di Frankfurt Jerman tahun 1900
Kegiatan : penelitian tentang hubungan kelas-kelas ekonomi dnegan tipe-tipe kepribadian
Jabatan :   Guru di Mexico City.
Wafat : pada tahun 1980 di Swiss.
 
http://himcyoo.files.wordpress.com/2011/04/erichfromm8.jpg?w=123&h=150







Ada lima kebutuhan yang berasal dari kondisi-kondisi eksistensi manusia, yaitu:
1. Kebutuhan akan keterhubungan. Berasal dari fakta bahwa manusia dalam menjadi manusiawi telah direnggutkan dari kesatuan primer binatang dengan alam. Binatang dilengkapi oleh alam untuk menanggulangi keadaan-keadaan yang harus dihadapinya, tetapi manusia dengan kemampuan berpikir dan berkhayalnya, telah kehilangan interdependensi intim dengan alam. Sebagai penggantinya, manusia harus menciptakan hubungan-hubungan mereka sendiri yang didasarkan cinta produktif.
2. Kebutuhan akan transendensi. Kebutuhan orang untuk menjadi orang yang kreatif dan bukan hanya menjadi makhluk belaka. Apabila dorongan-dorongan kreatif terhambat maka orang menjadi perusak.
3. Kebutuhan akan keterberakaran. Manusia mendambakan akar-akar alamiah; mereka ingin menjadi bagian integral dunia, merasakan bahwa mereka memilikinya.
4. Kebutuhan akan identitas. Orang ingin memiliki suatu perasaan identitas pribadi, menjadi seorang individu yang unik. Apabila orang tidak bisa mencapai tujuan ini melalui usaha kreatifnya sendiri, ia bisa mendapatkan dengan menidentifikasikan diri dengan orang atau kelompok lain.
5. Kebutuhan akan kerangka orientasi. Manusia perlu memiliki suatu kerangka acuan, yakni suatu cara yang stabil dan konsisten dalam memandang dan memahami dunia.
Kepribadian orang berkembang menurut kesempatan-kesempatan yang diberikan kepadanya oleh masyarakat tertentu. Penyesuaian diri seseorang dalam masyarakat biasanya merupakan kompromi antara kebutuhan-kebutuhan batin dan tuntutan-tuntutan dari luar. Ia mengembangkan karakter sosial dengan memenuhi harapan-harapan masyarakat.



17.                     http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/c/c6/Koentjaraningrat.jpgKoentjaraningrat
Lahir : 15 Juni 1923 di Yogyakarta , Indonesia
Pendidikan : Europeesche Lagere School, Middelbare Uitgebreid Lager Onderwijs dan Algemeen Middelbare School di Yogyakarta
Wafat : 23 Maret 1999 di Jakarta , Indonesia
 
 








 Ada tiga wujud kebudayaan menurut Koentjaraningrat (1979: 186-187).
Pertama wujud kebudayaan sebagai ide, gagasan, nilai, atau norma, kedua wujud kebudayaan sebagai aktifitas atau pola tindakan manusia dalam masyarakat , dan ketiga adalah wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.
Wujud pertama berbentuk absarak, sehingga tidak dapat dilihat dengan indera penglihatan. Wujud ini terdapat di dalam pikiran masyarakat. Ide atau gagasan banyak hidup bersama dengan masyarakat. Gagasan itu selalu berkaitan dan tidak bisa lepas antara yang satu dengan yang lainnya. Keterkaitan antara setiap gagasan ini disebut sistem. Koentjaraningrat mengemukaan bahwa kata ‘adat’ dalam bahasa Indonesia adalah kata yang sepadan untuk menggambarkan wujud kebudayaan pertama yang berupa ide atau gagasan ini. Sedangkan untuk bentuk jamaknya disebut dengan adat istiadat (1979: 187).
Wujud kebudayaan yang kedua disebut dengan sistem sosial (Koentjaraningrat, 1979: 187). Sistem sosial dijelaskan Koentjaraningrat sebagai keseluruhan aktifitas manusia atau segala bentuk tindakan manusia yang berinteraksi dengan manusia lainnya. Aktifitas ini dilakukan setiap waktu dan membentuk pola-pola tertentu berdasarkan adat yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Tindakan-tindakan yang memiliki pola tersebut disebut sebagai sistem sosial oleh Koentjaraningrat. Sistem sosial berbentuk kongkrit karena bisa dilihat pola-pola tindakannya dengan indra penglihatan.
Kemudian wujud ketiga kebudayaan disebut dengan kebudayaan fisik (Koentjaraningrat, 1979: 188). Wujud kebudayaan ini bersifat konkret karena merupakan benda-benda dari segala hasil ciptaan, karya, tindakan, aktivitas, atau perbuatan manusia dalam masyarakat.




18.                     Georg Simmel ( Sosiologi filsafat uang )
Lahir : pada tahun 1858
Pendidikan : Universitas of Berlin
Jabatan : Profesor Ausserordentliche 
Karya : Philosophie des Geldes (1900),Soziologie (1908),Uber Soziale Differenzing: Soziologie Undpsykologische Untersuchungen, Leipzig (1890)Conflict of Modern Cultur (1918)
Wafat : pada tahun 1918
 
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4f/Simmel_01.JPG










Interaksi sosial menurut Georg Simmel memiliki point-point tersendiri yang menurutnya merupakan hal yang perlu untuk disertakan dalam teori-teorinya, Simmel mengungkapkan beberapa interaksi, yaitu:
1)      Menurut bentuk, meliputi :
·         Subordinasi (ketaatan)
·         Superordinasi (dominasi)
·         Hubungan seksual
·         Konflik
·         Sosiabilita (interaksi yang terjadi demi interaksi itu sendiri dan bukan untuk tujuan lain)
2)      Menurut tipe, meliputi :
·         interaksi yang terjadi antar individu-individu
·         interaksi yang terjadi antar individu-kelompok
·         interaksi yang terjadi antar kelompok-individu

Pokok pemikiran mikro Georg Simmel adalah :
a.   Kesadaran individu
b. Konsep sosiologi
c. Realitas social
d. Interaksi social
e. Pengaruh jumlah pada bentuk social
f. Kreatifitas individu versus bentuk budaya yang mapan
g. Uang dan nilai


19.                     Ferdinand Tonnies ( Sosiologi klasifikasi Sosial )
Lahir : pada tahun 1855
Jabatan : Sosiolog Jerman dan Professor tamu di University of Kiel
Peran : melatarbelakangi berdirinya German Sosiological Association
Wafat : pada tahun 1936
 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbxeRrac0UKcaHhKfYSsqkYPC5y04iI4rPIiDjht0xC3XMPDK2UL-L2uzfGUMSI3U__2V97c5wlv7b9Raf9vXwIn6jJ8Anlf7UOQ1KMcdurdzv-C5lNN97fL5I4yivixKAogvsQHWVfww/s400/Ferdinand+Tonnies.jpg






Masyarakat "Gemeinschaft" adalah masyarakat yang mempunyai hubungan sosial tertutup, pribadi dan dihargai oleh para anggotanya. Dasar jaringan sosialnya adalah keluarga, sedangkan kepatuhan sosial adalah normanya. Komunitas seperti ini adalah tipikal masyarakat pra-industri. Kaum Amish di Amerika kini merupakan representasi bentuk masyarakat ini.

Sedangkan pada masyarakat "Gesellschaft", asosiasi keluarga yang tertutup telah lenyap. Di dalam masyarakat ini, hubungan sosial cenderung impersonal dan tidak berdasarkan kekeluargaan. Ikatan sosial tumbuh dari pembagian kerja yang rumit. Tempat kerja menjadi lebih penting daripada keluarga besar.
20.                     http://ceasefiremagazine.co.uk/wp-content/uploads/herbert-marcuse.jpg
Lahir :19 Juli 1898 di Berlin, Jerman
Jabatan : seorang filsuf Jerman-Yahudi, teoretikus politik dan sosiolog, dan anggota Frankfurt School.
Peran : sebagai "Bapak gerakan Kiri Baru"
Wafat : 29 Juli 1979 di Starnberg
 
Herbert Marcus (One Dimension Man)





Teori yang dikemukakan :
Flowchart: Process: •	Teori Kritis
•	Prespektif filosofis atas dominasi dan pembebasan
•	Kritisisme Kebudayaan
•	Teori radikal
•	

Text Box: •	Hubungan antara teknologi, ekonomi dan budaya
•	Hubungan antara filsafat dan teori sosial
•	Kritik kapitalisme
•	Kritik atas Marxisme Soviet