Angeline Vedy
9C/5
Berbagai pengertian mengenai Sumber arus listrik
1.
Sumber arus listrik : Alat yang berfungsi sebagai tempat
pengubah suatu energy menjadi energy listrik
2.
Gaya gerak listrik (GGL): Beda potensial antar kutub-kutub
penghantar sebelum dialiri arus listrik
3.
Tegangan jepit : Beda potensial antar kutub-kutub sumber
tegangan pada saat mengalir arus listrik
4.
Elemen primer : Sumber arus listrik yang tidak dapat diisi
ulang bila muatan nya habis
5.
Elemen sekunder : Sumber arus listrik yang bisa diisi ulang
bila muatannya habis
6.
Anode : Elektrode yang bermuatan positif
7.
Katode : Elektrode yang bermuatan negatif
8.
Polarisasi : peristiwa tertutupnya lempeng tembaga oleh
pada elektrokimia gelembung-gelembung gas hidrogen
9.
Dispolarisator : Bahan yang dapat menghilangkan polarisasi
10.
Elektrokimia : Sumber arus listrik yang dihasilkan oleh
reaksi kimia
11.
Akumulator : sebuah alat yang dapat menyimpan energi
Contoh Elemen Primer
1. Elemen Volta
Elemen volta adalah sel-sel elektromia yang dapat
menimbulkan arus listrik . Sel elektroda merupakan suatu sel yang dapat
mengubah energi kimia menjadi energi listrik . elemen volta terdiri atas
lempeng , seng sebagai elektrode negatif , lempeng tembaga sebagai elektrode positif , dan tabung kaca
berisi larutan asam sulfat (H2SO4)
sebagai larutan elektrolit . Larutan elektrolit adalah larutan yang
dapat menghantarkan arus listrik . Dalam alrutan elektrolit inilah lempeng
tembaga dan seng dicelupkan sehingga menimbulkan reaksi kimia di dalamnya .
Bagian utama elemen volta :
a.
Kutub positif (anode) terbuat dari Cu
b.
kutub
negatif (katoda) terbuat dari Zn
c.
Larutan
elektrolit terbuat dari H2SO4

Pada larutan elektrolit terjadi reaksi
Pada kutub positif terjadi reaksi
Pada kutub negative terjadi
reaksi
Reaksi
kimia pada elemen Volta akan menghasilkan gelembung-gelembung gas hidrogen (H2). Gas hidrogen tidak
dapat bereaksi dengan tembaga, sehingga gas hidrogen hanya menempel dan
menutupi lempeng tembaga yang bersifat isolator
listrik. Hal ini menyebabkan terhalangnya aliran elektron dari seng menuju
tembaga maupun arus listrik dari tembaga menuju seng. Peristiwa
tertutupnya lempeng tembaga oleh gelembung-gelembung gas hidrogen disebut
polarisasi. Adanya polarisasi gas hidrogen padalempeng tembaga menyebabkan
elemen Volta mampu mengalirkanarus listrik hanya sebentar. Tegangan yang dihasilkan
setiap elemen Volta sekitar 1,1 volt.
2. Elemen Leclanche
Elemen Leclanche kali pertama ditemukan oleh seoran
ilmuwan Prancis , George Leclanche (1838-1882) . Prinsip kerja elemen leclanche
hampir mirip dengan elemen daniell . Elektrode
positif (anode) dari elemen leclanche adalah batang karbon (C), sedangkan elektrode
negative (katode) adalah batang seng
(Zn) Kedua electrode tersebut ditempatkan dalam larutan elektrolit ammonium
klorida (NH4Cl) dan zat depolaritasornya adalah magan dioksida (MnO2) yang
dicampur sebagai serbuk karbon

Bagian utama elemen kering
adalah
a.
kutub positif (anode) terbuat dari batang karbon (C),
b.
kutub negatif (katode) terbuat dari seng (Zn),
c.
larutan elektrolit terbuat dari amonium klorida (NH4Cl),
d.
dispolarisator terbuat dari mangan dioksida (MnO2).
Pada larutan elektrolit
terjadi reaksi
Pada dispolarisator terjadi reaksi
Reaksi
kimia pada batu baterai akan menghasilkan gelembung-gelembung gas hidrogen (H2). Gas hidrogen akan ditangkap
dan bereaksi dengan dispolarisator yang berupa mangandioksida (MnO2) menghasilkan air (H2O), sehingga pada batu baterai tidak terjadi polarisasi gas
hidrogen yang mengganggu jalannya aruslistrik. Bahan yang dapat menghilangkan
polarisasi gas hidrogen disebut dispolarisator.
Adanya bahan dispolarisator pada batu baterai, menyebabkan arus listrik
yang mengalir lebih lama. Setiap batu baterai menghasilkan tegangan 1,5 volt.
3. Elemen Daniell
Elemen ini dibuat oleh John Daniell pada tahun
1835. untuk mencegah terjadinya polarisasi, elektroda dilindungi oleh suatu
bahan kimia yang disebut depolarisator. Pada elemen Daniell yang digunakan
adalah tembaga sulfat (CuSO4) yang dipisahkan dengan elektrolit asam sulfat
encer oleh bejana berpori. Jadi, ion-ion masih dapat pergi dari elektroda ke
elektroda lain melalui depolarisator.

Bagian utama elemen daniell
adalah
a.
kutub positif (anode): CuSO4
b.
kutub negatif (katode): H2SO4
Larutan CuSO4 berfungsi sebagai zat depolarisator ,
yakni mencegah terjadinya proses polarisasi pada lempeng tembaga (anode).
Caranya , dengan mencegah terbentuknya gelembung gas hydrogen dalam larutan
asam sulfat sehingga aliran muatan listrik (elektron) dalam elemen ini tidak
terhambat .
Pada elektrode positif (anode) terjadi reaksi
H2 + CuSO4 Cu + H2SO4
Pada elektrode negatif
(katode) terjadi reaksi
Zn + H2SO4
ZnSO4 + H2
Contoh Elemen Sekunder
1.
Akumulator
Akumulator sering
disebut aki . elektrode baik anode dan katode terbuat dari timbul (Cu) berpori
.

Bagian utama akumulator
yaitu :
a.
kutub positif (anode) terbuat dari timbal dioksida (PbO2)
b.
kutub negatif (katode) terbuat dari timbal murni (Pb)
c.
larutan elektrolit terbuat dari asam sulfat (H2SO4)
dengan kepekatan 30%
Pada larutan elektrolit terjadi reaksi
Pada kutub positif terjadi reaksi
Pada kutub negatif terjadi reaksi
Lempeng
timbak dioksida dan timbal murni disusun saling berssipan akan membentuk satu
pasang sel akumulator yang saling berdekatan dan dipisahkan oleh bahan penyekat
berupa isolator . Beda potensial yang dihasilkan setiap satu sel akumulator 2 volt .
2.
Baterai Nikel Katmium
Baterai nikel kadmium ditemukan tahun 1899, namun
baru diproduksi secara masal pada tahun 1960an. Baterai jenis ini memiliki
tegangan sel sebesar 1,2 Volt dengan kerapatan energi dua kali lipat dari
baterai asam timbal. Sebagai katoda, baterai ini menggunakan nikel hidroksida
Ni(OH)2 dan kadmium (Cd) sebagai anodanya yang dipisahkan oleh alkalin potasium
hidroksida sebagai elektrolitnya. Baterai nikel kadmium memiliki nilai hambatan
intenal yang kecil dan memungkinkan untuk di charge dan discharge dengan rate
yang tinggi.

Bagian utama Nikel
Katmium yaitu :
a.
Kutub positif (anode) terbuat dari timbal dioksida (PbO2)
b.
Kutub negatif (katode) terbuat dari timbal murni (Pb)
c.
Larutan elektrolit terbuat dari asam sulfat (H2SO4)
dengan kepekatan 30%
Umumnya
baterai jenis ini memiliki waktu siklus hingga lebih dari 500 siklus. Salah
satu kekurangan baterai jenis nikel kadmium adalah adanya efek ingatan (memory
effect) yang berarti bahwa baterai dapat mengingat jumlah energi yang
dilepaskan pada saat discharge sebelumnya. Efek ingatan disebabkan oleh
perubahan yang terjadi pada struktur kristal elektrode ketika baterai nikel
kadmium diisi muatan listrik kembali sebelum seluruh energi listrik yang
terdapat pada baterai nikel kadmiun dikeluarkan/digunakan. Selain itu, baterai
nikel kadmium juga sangat sensitif terhadap kelebihan pengisian, sehingga perlu
perhatian khusus pada saat pengisian muatan listrik pada baterai.
3.
Baterai Asam Timbal
Baterai asam timbal adalah baterai sekunder yang
paling banyak dikembangkan di dunia. Baterai jenis ini pertama kali ditemukan
oleh Gaston Plante pada tahun 1859. Baterai asam timbal banyak digunakan untuk
aplikasi otomotif, sehingga dinamakan juga sebagai baterai SLI (Starting,
Lightning and Ignition). Penggunaan masal baterai jenis SLI dikarenakan
material untuk membuat baterai tersebut cukup murah namun baterai memiliki
performa cukup baik. Akan tetapi, untuk aplikasi yang membutuhkan daya yang
lebih tinggi dengan waktu yang relatif lama, baterai SLI tidak dapat digunakan.
Hal ini karena baterai asam timbal hanya memiliki kedalaman pelepasan muatan
listrik (Depth of Discharge – DOD) sebesar 50 % saja.

Bagian utama elemen
volta :
a.
Kutub positif (anode) terbuat dari Pb (sepon logam timbal)
b.
Kutub negatif
(katoda) terbuat dari PbO2
c.
Larutan
elektrolit terbuat dari H2SO4
Baterai jenis asam timbal tersusun atas timbal dioksida sebagai katoda, sepon logam timbal sebagai anoda
dan asam sulfat sebagai elektrolitnya. Setiap sel memiliki tegangan sebesar 2 Volt. Keuntungan
penggunaan baterai jenis asam timbal diantaranya adalah kuat, murah, handal,
toleran terhadap kelebihan pengisian, impedansi internal yang rendah, dan
banyaknya perusahaan pembuat baterai jenis ini di berbagai belahan dunia.
4.
Baterai Nikel Metal
Hibrida
Baterai nikel metal hidrida sebenarnya memiliki karakteristik
yang sama dengan baterai nikel kadmium. Perbedaannya terletak pada penggunaan
material untuk anodanya. Bila pada baterai nikel kadmium, kadmium digunakan
sebagai anoda, maka pada baterai jenis ini metal hidrida yang digunakan. Metal
hidrida terbuat dari campuran lanthanium yang dapat menyerap dan menghasilkan
hidrogen. Baterai jenis ini memiliki kerapatan energi dua kali lebih besar
dibandingkan dengan baterai jenis asam timbal dan 40 % lebih tinggi dibandingkan
dengan baterai nikel kadmium.

Bagian utama Nikel Metal
Hibrida yaitu :
a.
Kutub positif (anode) terbuat dari campuran lanthanium (La)
b.
Kutub negatif (katode) terbuat dari timbal murni (Pb)
c.
Larutan elektrolit terbuat dari asam sulfat (H2SO4)
dengan kepekatan 30%
Keuntungan penggunaan baterai jenis nikel metal hidrida
diantaranya adalah rendahnya impedansi internal, memiliki siklus hidup sebesar
500 siklus, dan memiliki kedalaman pelepasan energi listrik yang tinggi. Selain
itu baterai ini juga cenderung lebih ramah lingkungan karena tidak mengandung
kadmium, raksa maupun timbal. Adapun kekurangan baterai nikel metal hidrida
yang paling menonjol yaitu tingginya kecepatan pelepasan muatan sendiri
(self-discharge), adanya efek ingatan dan memiliki efisiensi energi yang cukup
rendah (65 %).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar